Jangan Jadikan Aku Pecundang “Tuhan”

“Tuhan, jika kau jadikan langit dan bumi besarta isinya dan kau hidupkan segala yang ada sebagai ciptaanmu maka engkaulah yang menghidupkan api melalui sela-sela bebatuan yang ada pada diriku.

Dan dimana segala kuasamu akan hal ini, engkau sambutkan berbagai keajaiban pastilah seperti itu, karena aku yakin.”

Setelah ini seharusnya aku beranjak, kembali menatapmu yang jauh. Mengawang dan berangan tentang andai-andai yang bisa aku dapatkan, aku yakin tapi semua ini, semua tak meyakinkan, bukankah begitu ?.

“tuhan dimanakah engkau ?, aku ingin berkeluh kesah tentang apa yang telah kau ceritakan kepada para malaikatmu.”

setelah itu :

Pintu terbuka dan keluarlah sebuah cahaya terang, menghangatkan aku, jiwaku dan hatiku. Terbukalah semua pandang, menghamparkan berbagai macam kejadian dan keajaiban. Disana di ujung rumah yang bergaya Belanda berdirilah seorang wanita setengah baya melambaikan tangannya. Terlihat dari kejauhan terus melambai, lama dan semakin lama aku mendekat.

Beberapa lama setelah aku bertegur sapa, tertutuplah pintu itu, sedikit terbuka agar dapat aku melihat dia di dalamnya.

Itu hanya angan saja, aku yakin namun belum meyakinkan (apa yang aku alami).

dan kembali berbaring di tempat tidur, dan menengadahkan wajahku kuhadapan langit-langit kamarku.

“mimpikah ?”

“tidak, kau masih terjaga.”

“apakah kau tuhan ?, aku kira selama ini tuhanku hanya berbicara kepada nabi dan rosulnya.”

“aku hanya ingin bicara, sabarkanlah dirimu. Bisakah ?.”

“entahlah, aku rasa dia masih tetap disana, hanya melambai dan enggan bernajak sepertinya ?.”

“cobalah bersabar !!”

Bangkit dan duduk, memandang keluar melalui atap jendela. mengamati berjuta bintang dan bentuk indah wajah bulan yang disampingnya, dan dengan perasaan iri.

“jelaskanlah semua ini tuhan, jangan kau jdikan aku seorang pecundang. Aku tak ingin terlalu banyak sia-sia dan yang disia-siakan !!.”

“Dengarkanlah Tuhan !!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s