Merajut Sapa (Balada Nol)

Teruntuk yang selalu aku panggil "boys" : Nusa Hiatus   saat keramaian mulai meredup, kita mulai berkelakar, entah tentang apa yang membuat kata bersahut hangat, semakin dekat mendekatkan   sesampainya angin mulai jahil mengelitik, membawaku menyapa pandang, saat kau mencuri bayangnya; entah sengaja atau tuhan yang mengejanya, aku hanya tertawa.   hingga akhir sajak ini …

Iklan

Namumal (Balada Nol)

aku bertanya kepada malam, kenapa kau disebut malam ?; dan tak menjawab. aku bertanya kepada siang, kenapa kau disebut siang?; dan tak menjawab.   aku bertanya kepada malaikat, kenapa ini disebut jiwa ?; dan aku tak mendengarnya. aku bertanya kepada setan, kenapa ini disebut nafsu ?; dan aku tak mendengarnya.   aku bertanya kepada  tuhan, …

TANAH LIYAN, LANGIT LIYAN

TANAH LIYAN, LANGIT LIYAN Oleh Capra "Capung" Punjung          Pagi tadi aku kerumah paman, katanya tadi sore tergelincir di jalan seberang. Aku liat dia tak apa-apa hanya sedikit memar di kaki. Kasian paman. Paman punya dua ekor sapi, dan tiga ekor babi.  Satu ekor sapi itu punya ayah. Karena kami tak punya cukup ruang untuk …

Kode-Kode Tarah

Satu lagi misteri, dan berbgai macam yang mengikutinya. Saat denting yang menghanyutkan tak lagi merobek suasana, saat alunan tak lagi bisa tanangkan jiwa yang gundah, saat dimana rasa terpaut kepada yang maha kuasa, melihat betapa kerdil dan sombongnya manusia. saat ini aku sedang tak bisa tertawa, saat ini air menjadikan semua lebih terdramatisir, dan menjadikan …

senjamu ku ingin;

banyak alang-alang yang bisa di andaikan atau pun jalan yang bisa di urutkan dalam senja mengharu membiru selalu bermain #1   masih duduk dalam senja menanti keabsahan jawaban hingga syairpun pudar makna hingga nyawa pudar jiwa #2   urung di niatkan dalam persimpangan senja yang semakin larut rasa yang semakin kalut #3   tak sesal …