Foto0416Judul buku      : Doa untuk Anak Cucu

Pengarang       : W.S Rendra

Penerbit           : Bentang

Tahun terbit     : Cetakan I, April 2013

  Cetakan II, Juli 2013

Tebal buku      : 100 hlm

            Puisi tidak terlepas dari seorang penyair yang mencipta. Penyair yang mempunyai kedewasaan dan kematangan akan menghasilkan puisi atau syair-syair yang indah. Begitu pula dengan syair atau puisi yang dilahirkan dari seorang maestro yang kita kenal sebagai W.S Rendra tidak diragukan akan keindahan dan semangat yang ada dalam setiap puisi yang dihasilkannya.

            Buku yang berjudul Doa untuk Anak Cucu ini hadir sebagai bentuk kerinduan kepada sang maestro W.S Rendra. Kerinduan akan sosok Rendra dihadirkan dengan kumpulan puisi yang belum sempat dipublikasikan sebelumnya. Puisi-puisi yang belum dipublikasikan inilah yang menjadi sebuah bentuk obat tersendiri bagi para pecinta karya sastra.

            Harapan pembaca untuk bisa membaca karya-karya yang mempunya ciri khas seperti puisi Rendra lain yang jujur, terbuka, tegas, dan lugas dihadirkan pada buku ini. Tegasnya kritik terhadap keadaan yang tegas dan jujur inilah yang menahan puisi-puisi ini belum sempat diterbitkan. Seperti halnnya kutipan puisi yang berjudul Kesaksian Akhir Abad.

 

Kesaksian Akhir Abad

….

Dengan puisi ini aku bersaksi

bahwa sampai saat ini aku tanda tangani

para elite politik yang berkedudukan

ataupun yang masih di jalan,

tidak pernah memperjuangkan

sarana-sarana kemerdekaan rakyat.

Mereka hanya rusuh dan gaduh

memperjuangkan kedaulatan

golongan dan partainya sendiri.

Mereka hanya bergulat untuk posisi sendiri.

Mereka tidak peduli dengan posisi rakyat.

Tidak peduli pada posisi hukum,

posisi polisi, ataupun posisi birokrasi.

Dengan picik

mereka akan mendaur ulang

malapetaka bangsa dan negara

yang telah terjadi!

…..

            Terlihat jelas bagaimana Rendra mengkritik dalam puisinya. Emosi yang ada dalam setiap bait yang tertulis merupakan sebuah kejujuran, keluguan, dan sebuah hantaman emosional yang tercipta dan dicipta. Dengan puisi itu kita melihat bagaimana Rendra berbicara, berteriak, dan menyampaikan kejujuran.

            Buku ini bisa menjadi obat bagi mereka yang rindu akan tulisan-tulisan Rendra. Dengan buku ini kita bisa melihat dan mengenang bagaimana dan apa yang bisa dan tercipta dari seorang W.S Rendra.