Teruntuk yang selalu aku panggil “boys” : Nusa Hiatus

 

saat keramaian mulai meredup,

kita mulai berkelakar, entah tentang

apa yang membuat kata bersahut

hangat, semakin dekat

mendekatkan

 

sesampainya angin mulai jahil

mengelitik, membawaku menyapa

pandang, saat kau mencuri bayangnya;

entah sengaja atau tuhan yang mengejanya,

aku hanya tertawa.

 

hingga akhir sajak ini

kuhadirkan sapa;

agar angin merajut sapa

menjadi hangat,

dan hangat menjadikan namamu.

 

YK 2012

 

NB : Hampir saja aku lupa pernah berjanji membuatkan sajak,

sebelum aku keluar dari gedung-gedung megah yang tak dingin

itu, perkenankanlah sajak-sajak yang tak teratur itu untukmu

“boys” ahaha.