Tag

, , ,

KONFLIK ANTAR KELAS DALAM NOVEL PABRIK

KARYA PUTU WIJAYA

I.            PENDAHULUAN

            Dalam perkembangan sejarah, munculnya kelas-kelas sosial ditandai dengan muncul dan berkembangnya revolusi industry di daratan Eropa sehingga muncullah berbagai kelas-kelas sosial masyarakat. Sedangkan di Indonesia kelas-kelas sosial muncul seiring dengan perkembangan kerajaan-kerajaan yang ada di tanah air. Namun ditengarai mencoloknya perbedaan kelas-kelas sosial ini yaitu pada saat penjajahan daerah-daerah di nusantara. Penjajahan di nusantara menampakkan kelas sosial secara mencolok, dengan munculnya berbagai pemilik tanah atau tuan tanah selain diantaranya kaum priayi dari kerajaan-kerajaan di Indonesia.

            Dalam novel Pabrik karya Putu Wijaya ini menunjukkan bagaimana sebuah realitas ataupun keadaan yang dirasa sangat persis dan nyata dalam kehidupan, dan latar atau tempat kejadiaannya dalah dalam sebuah pabrik. Dimana di sana ada sebuah tingkatan antara majikan dan buruh. Dalam novel ini di gambarkan bagaimana sebuah konflik ainternal dalam sebuah pabrik. Sebuah konflik antar kelas.

II.            SISTEMATIKA

Novel ini menceritakan kehidupan dalam sebuah pabrik. Pabrik yang didirikan di tanah bekas sebuah perkampungan yang terbakar itu dipimpin Tirtoatmojo. Bekas penghuni perkampungan tersebut dibujuk untuk pindah ke dekat kompleks pelacuran denganjanji diberi saham. Merekajuga ditampung sebagai buruh biasa.

Akan tetapi, Tirto ternyata belum memenuhijanjinya. Lagi pula kesejahteraan para karyawan sangatjelek. Hal tersebut menyebabkan buruh-buruh tidak puas sehingga Dringgo kalap dan membakar pabrik. Api dapat dikuasai, Dringgo masuk penjara. Sementara itu, pimpinan pabrik diganti Joni – anak tiri Tirto yang pernah diusir – karena sesudah peristiwa kebakaran, kesehatan Tirto sangat mundur.

Mula-mula keadaan pabrik agak membaik sesudah pergantian pimpinan. Namun, kemudian ternyata justru lebih parah. Sesudah kematian Tirto, Joni mengumpulkan orang-orangyang dapat dipercaya, dan menjelaskan bahwa berdasarkan wasiat ayahnya ia akan membagi saham. Di samping itu, ia akan merawat Maret yang bisu kalau benar Maret adalah anak Tirto dengan saudara kandungnya. Juga ia akan mengajak Susi yang dahulu pemah menggantikan kedudukan ibu Joni yang meninggal, untuk tinggal serumah. Sayang sebelum semua itu terlaksana, pabrik habis dimakan api.

Sesudah pabrik dipimpin Joni memang tampak ada pengendoran sedikit, atau bahkan barangkali pembaca menduga “leraian”, tetapi sebenamya ada ketegangan terselubung. Sebab meskipun pendapatan karyawan bertambah baik, pendapatan tersebut temyata mengalir ke perjudian dan pelacuran. Selain itu, Joni ternyata lebih keras bertindak dibanding Tirto, meskipun semua dilakukan dengan lemah lembut.

Munculnya peraturan-peraturan yang menggiring karyawan pada keadaan yang lebih genting membuat “gawatan” yang sudah bermula sejak pabrik dipimpin Tirtoatmojo semakin menggawat lagi. Masalah-masalah terpendam yang dahulu dicetuskan dengan berani oleh Dringgo, tidak ikut terpendam dengan dimasukkannya Dringgo ke dalam penjara karena membakar pabrik. Sebab semangat Dringgo mengalir kepada Robin, Eko, dan Zubaedi. Ditambah dendam orang-orang yang tersingkir, yaitu Paman – orang kepercayaan Tirto – yang bukan saja tersingkir tetapi juga sempat ditahan untuk masalah pencurian surat-surat penting. Dalam keadaan mabok, ia termakan hasutan orang-orang yang mempermainkannya, sehingga ia menantang Joni dengan membawa granat.

Kemusnahan pabrik itu justru terjadi ketika Joni sudah membuka rahasia keluarga dan bermaksud memperbaiki semuanya: saham yang akan segera dibagi bulan berikutnya, dan juga kesanggupannya untuk mengajak saudara tirinya – yaitu Maret, dan ibu tirinya – yaitu Susi yang kurang waras – untuk hidup bersama-sama dalam rumah peninggalan almarhum ayah tirinya.

 III.            PEMBAHASAN TEORI

Pendekatan Psikologi Sastra merupakan perkembangan dari pendekatan mimetik yang memahami karya sastra dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatan (wiyatmi, 2003). Dalam karya sastra tidak dapat kita pisahkan dengan kehidupan masyarakat yang ada, pada dasarnya penulis adalah bagian dari sebuah struktur masyarakat. Karya sastra dapat dikatakan sebuah cerminan tertulis dari sebuah kehidupan dan struktur sosial masyarakat.

Dalam sebuah karya sastra memang mempunyai tujuan, dan berbagai macam tujuan itu pasti ada sebuah realitas yang menjadi dasar ekspresi pengarang menciptakan sebuah karya sastra, sehingga karya sastra tidak akan jauh antara sastrawan, karya sastra dan masyarakat. Perkembangan karya sastra memepunyai bagian dari perkembangan masyarakat, bagaimanapun karya sastra adalah sebuah alat perubah pemikiran suatu masyarakat pembaca sastra secara langsung dan cepat atau sebaliknya.

 IV.            HASIL ANALISIS

Jika kita kaji dengan pendekatan di atas maka dalam novel Pabrk karya Putu Wijaya ini menggambarkan bagaimana kemelut yang terjadi dalam sebuah pabrik. Konflik internal yang tinbul dalam cerita adalah permaslahan yang mendasar bagi setiap industry, yaitu tentang kesejahteraan kaum buruh dan karyawan.

Dalm novel Pabrik ini dapat dikatakan bahwa novel ini berdasarkan realitas yang nyata, namun penulis kurang memberikan kejelasan dimana situasi ini terjadi. Namun di dalamnya terdapat kejelasan bahwa kejadian yang digambarkan ada di wilayah Indonesia.

Permasalah kesejahteraan kaum buruh adalah sebuah permasalahan yang kompleks dan mendasar bagi setiap buruh yang ada diberbagai wilayah. Dalam perkembangan industry kususnya di Indonesia masalah kesejahteraan buruh adalah masalah yang besar dan samapai sekarang juga belum dapat teratasi. Dirasanya kesejahteraan yang sedikit dan mulai mahalnya biaya hidup, kususnya di kota-kota besar membuat tuntutan akan kesejahteraan buruh dipndang sangat penting.

Banyaknya demo dan protes tentang kesejahteraan buruh membuat pemerintah selaku lembaga yang mengurus hajad hidup orang banyak seperti yang tertulis dalam UUD 45 dituntut untuk mengupayakan dan membuat berbagai lapangan pekerjaan yang layak dan menjamin kaum buruh yang bekerja. Peningkatan devisa dan perkembangan Negara tidak terlepas dari bagaimana para pemilik industry mensejahterakan para buruhnya.

 

 DAFTAR PUSTAKA

Wiyatmi. 2006. Pengantar kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.

Wijaya, Putu. 1975. Pabrik. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.