KETIDAKBERDAYAAN MANUSIA ATAS TAKDIR DALAM NOVEL OLENKA

KATYA BUDI DARMA

 

 I.            PENDAHULUAN

Hidup terkadang menjadi sebuah hal yang menakutkan bagi sebagaian orang, sehingga banyak orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang mengenaskan, ataupun menyakitkan.

Novel Olenka ditulis Budi Darma pada akhir tahun 1979. Ia menulis Olenka melalui sebuah kebetulan. Novel Olenka yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta, tahun 1983, setebal 183 halaman yang banyak mendapat pujian itu diselesaikan Budi Darma dalam waktu kurang dari tiga minggu. Novel ini memenangi Hadiah Pertama  Sayembara Mengarang Novel Dewan Kesenian Jakarta 1980. Novel ini banyak dibahas dan dibicarakan ahli sastra, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dalam novel olenka ini berbagai masalah kehidupan banyak terjadi. Novel ini dapat memberikan berbagai manfaat dan berbagai pandangan tentang masalah-masalah yang terkait tentang kehidupan.

Seperti karya-karya sastra Budi Darma yang lain yang bertemakan kepahitan dan kesuraman hidup, dalam novel olenka ini dapat mudah dipahami dan tidak serumit novel Rafilus (1988) yang meloncat-loncat dari sebuah kenyataan dan realitas. Jika dibandingkan maka novel olenka memberikan kemudahan untuk mengenal budi darma secara dekat, sehingga dapat sekilas mengetahui dan mengantarkan bagaimana cara bercerita Budi Darma.

 II.            SISTEMATIKA

Tokoh utama novel Olenka adalah saya (Fanton Drummond) dan Olenka. Tokoh lain yang banyak diceritakan dalam novel ini adalah Wayne Danton (suami Olenka) dan Mary Carson.

Sebagian besar peristiwa dalam Olenka berlatar Bloomington, Indiana, terutama di sekitar aparternen Tulip Tree. Budi Darma juga bercerita tentang apartemen Tulip Tree, kampus (Indiana University), yaitu tentang gedung liberal art, fakultas ekonomi, fakultas hukum, hutan di jantung kampus yang banyak patungnya, Sungai Yordan yang membelah kampus menjadi dua, dan perpustakaan universitas.

Novel Olenka juga berlatar negara bagian Kentucky dan Chicago, jantung negara bagian Illinois. Hal ini sesuai dengan alur cerita, Fanton mencari Olenka hingga ke negara bagian Kentucky dan Chicago, melalui kota kecil Brackford yang sudah mati. Dalam perjalanan ke Chicago, Fanton mampir ke Indianapolis.

“Kisah novel Olenka dimulai ketika Fanton Drummond bertemu dengan Olenka di lift apartemen Tulip Tree. Sejak itu, bayangan Olenka tidak mau lepas dari Fanton Drummond dan ia pun jatuh cinta kepada Olenka. Sayangnya, Olenka sudah mempunyai suami (Wayne Danton) dan anak (Steve). Fanton Drummond senang mengetahui bahwa perkawinan Olenka dan Wayne Danton di ambang kehancuran. Mereka hidup dengan dunianya sendiri. Olenka adalah seorang pelukis yang berbakat dan mampu membuat lukisannya seperti hidup. Wayne Danton adalah orang terobsesi untuk menjadi pengarang.

Olenka menikah dengan Wayne Danton karena ia tertarik pada kepengarangan Wayne Danton. Cerpennya masuk dalam antologi tahunan cerpen Hadiah O’Henry dan dimuat di The Kanyon Review. Cerpen tersebut merupakan cerpen satu-satunya yang dapat terbit. Menurut Olenka, Wayne Danton primitive dan cerdas dari segi tertentu meskipun Wayne Danton juga orang yang bodoh, selalu bingung, rendah diri, dan korban pertentangan antara intuisi dan logikanya.

Dalam berhubungan dengan Olenka, Fanton Drummond merasa sebagai objek. Meskipun demikian, mereka tetap saling mencintai. Mereka berjanji pada suatu waktu mereka harus berpisah. Ketika berpisah dengan Olenka, ternyata bayangan Olenka tidak bisa lepas dari Fanton Drummond.

Ia berusaha mencari jejak Olenka ke Indiana, Kentucky, dan kembali ke Illinois. Di Chicago, Fanton berkenalan dengan Mary Carson di Hotel La Salle. la mencintai dan meminang Mary. Namun, pinangannya ditolak dengan halus. Mary Carson dipanggil pulang oleh ibunya. Hal ini membuat Fanton mengalami kekosongan hidup. Untuk mengisinya, ia menulis surat untuk Mary; tidak dikirimkan, tetapi disimpan beberapa hari, kemudian dibaca sendiri. Ia juga bertindak sebagai Mary yang membalas suratnya sendiri, disimpan beberapa saat, kemudian dibaca sendiri, demikian seterusnya untuk beberapa kali.

Beberapa saat kemudian, Fanton menerima surat panjang dari Olenka. Isinya menceritakan asal usulnya, dia yang kasihan terhadap Wayne, cintanya kepada Fanton sejak dia bertemu dengannya. Ia bercerita tentang pernikahannya dengan Wayne yang hanya karena Olenka ingin keluar dari kehidupannya sebagai lesbian. Sayangnya, anaknya (Steven) lahir bukan dari rasa kasih sayang. Itulah sebabnya, hubungannya dengan Steven biasa-biasa saja. Untuk melupakan bayangan Olenka yang kembali mengikutinya, Fanton mencoba berkeliling Bloomington dengan pesawat ringan.

Fanton merasa kasihan kepada Mary dan bemiat memperbaiki pinangannya. Setelah bertemu dengan Mary, ternyata ia cacat karena kecelakaan pesawat terbang. Fanton tetap melamarnya. Meskipun mencintai Fanton, ia menolaknya, karena ia menganggap bahwa ia hanya sebagai pengganti Olenka bagi Fanton.

Sepulangnya dari Mary, Fanton membaca berita tentang pemalsuan lukisan yang dilakukan oleh Olenka. Fanton ingin menemui Olenka yang dirawat di rumah sakit karena terlalu banyak minum obat tidur. la tidak berhasil menemui Olenka karena Olenka sudah pergi seperempatjam yang lalu. Gairah Fanton terhadap Olenka sudah lenyap. Kini dia merenungi dirinya. la mengakui berbeda dengan Wayne, yang selalu sadar siapa dirinya. Setiap detik hidup Wayne tidak pernah melepaskan diri dari kepengarangannya. Sebaliknya, Fanton tidak tahu siapa dirinya. Setiap tindakannya belum tentu berjalan ke arah tujuannya karena tujuannya sendiri tidak jelas. Ini karena ia terlalu bebas. Kini semuanya diserahkan kepada Tuhan.”

 III.            PEMBAHASAN TEORI

Dalam pembahasan novel Olenka ini ada beberapa pendekatan yang dipakai diantaranya pendekatan mimetik, dan salah satu pendukung di antaranya yaitu psikologi tokoh. Penedekatan Psikologi Sastra merupakan perkembangan dari pendekatan mimetik yang memahami karya sastra dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatan (pengantar kajian sastra, wiyatmi, hlm:97). Dalam karya sastra tidak dapat kita pisahkan dengan kehidupan masyarakat yang ada, pada dasarnya penulis adalah bagian dari sebuah struktur masyarakat. Karya sastra dapat dikatakan sebuah cerminan tertulis dari sebuah kehidupan dan struktur sosial masyarakat.

Psikologi berasal dari kata dalam bahasa yunani Psychology yang merupakan gabunganan dari kata psyche dan lohos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harfiah psikologi diartikan sebagai ilmu jiwa (Sugihartono,dkk, 2007). Dan jika kita mengkaji psikologi tokoh dalam novel maka kita mengamati bagaimana kejiwaan seorang tokoh yang ada dalam novel tersebut. Dalam pembahasan ini kita mengkaji bagaimana psikologi tokoh dalam novel olenka.

  IV.            HASIL ANALISIS

Kondisi tokoh utama ini erat kaitannya dengan tema kesendirian yang kental sekali dalam novel Olenka. Tokoh-tokoh utamanya (Fanton Drummond, Olenka, Wayne Danton, Mary Carson), kesendirian tokoh Fanton Drummond dan Olenka juga disebabkan oleh keadaan mereka yang tidak mempunyai ayah dan ibu.

Dalam novel Olenka, tokoh utamanya (Fanton Drummond, Olenka, Wayne Danton) adalah tokoh yang mengalami kesepian, kesunyian, dan keterasingan dari pergaulan masyarakat kota besar. Fanton Drummond merasa kesepian sehingga begitu berkenalan dengan Olenka, bayangan Olenka terus mengikutinya.

Keterasingan tampak dalam tokoh Wayne dan Steve yang selalu mengucilkan diri dari pergaulan sesama. Sehingga dalam kehidupan rumah tangga Wayne dengan Olenka tidak harmonis, ini dikarenakan Olenka yang seorang lesbian merasa menikah itu suatu tujuan agar dapat lepas dari kehidupan suramnya sebagai seorang lesbian.

Jika kita hubungkan dengan kenyataan, memang banyak kasus yang serupa dengan olenka, yaitu menjadi seorang lesbian. Sekarng banyak seorang yang lesbian mengaku terang-terangan, namun tidak lebih sedikit yang merasa malu, sehingga mengucilkan diri.

Kesepian dan keputus asaan memang mudah mengikuti seseorang yang botabena adalah orang yang tidak biasa, atau mengalami kelainan. Dalam masyarakt seperti sekarang kita dengan mudah menemukan kehidupan muram dan suram, mungkin akan terlalu mudah ditemukan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Wiyatmi, 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.

Sugihartono, dkk, 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press.

Darma, Budi. 1983. Olenka. Jakarta: Balai Pustaka