PERTENTANGAN BUDAYA KEHIDUPAN PRIYAYI

DALAM NOVEL STUDENT HIDJO

KARYA MAS MARCO KARTODIKROMO

 

       I.            PENDAHULUAN

Sejarah merupakan cerita yang sangat berharga, sehingga perlunya sebuah cerminan sekarah dengan sebuah cerita, dan dalam perkembangan sastra pada zaman penjajahan Mas Marco Kartodikromo melakukan hal itu.

Yang menarik dari buku ini adalah bagaimana proses terbentuknya sebuah buku yang berjudul Student Hidjo ini. Pada awalnya kisah Student Hidjo ini adalah sebuah cerita bersambung di Harian Sinar Hindia, untuk selanjutnya dibukukan pada tahun 1919.

Dalam buku yang berjudul Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo menarik untuk dibahas karena menceritakan bagaimana keadaan pada zaman pergerakan kemerdekaan terutama berkembang dan terpengaruhnya budaya indonesia dalam kehidupan masyarakat khususnya para priyayi.

    II.            SISTEMATIKA

Diawali dari keinginan ayah Hidjo, Raden Potronojo yang bernecana menyekolahkan Hidjo ke negeri Belanda. Ayah Hidjo berharap dengan menyekolahkan Hidjo ke Belanda akan dapat mengangkat derajat dan martabat keluarga, yang pada dasarnya adalah keluarga dari golongan pedagang dan bukan dari bangsawan keturunan. Walaupun hanya saudagar, namun kehidupan keluarga Hidjo dapat menyamai kehidupan para priyayi murni dari garis keturunan pada waktu itu, namun tidak lantas dapat dipandang setara dengan kaum priyayi asli, khusunya kaum priyayi yang dekat dengan guovernement(Bupati). Namun berbeda dengan ibu Hidjo, Raden Nganten Potronojo yang tidak merelakan Hidjo bersekolah ke Negri Belanda. Ibu Hidjo khawatir nantinya hidjo akan terbawa budanya hidup yang bebas ”pergaulan bebas”. Namun akhirnya Hidjo pun tetap pergi dan meninggalkan keluarga dan kekasihnya Raden Ajeng Biroe beberapa tahun untuk menjadi seorang ingenieur(insinyur).

Ketika Hidjo sudah berada di Belanda, mata Hidjo terbuka melihat kenyataan yang tidak sesuai yang dibayangkan selama berada di Hindia Belanda. Keadaan di Hindia Belanda ternya ia lihat di Negeri Belanda.

Setelah beberapa tahun lamanya ia pergi ke negeri Belanda, akhirnya ia kembli dengan predikat seorang insinyur seperti yang didambakan, dan beberpa tahun kemudian menikah dengan R. A Woengoe setelah melalui proses yang panjang dalam kehidupan asmaranya selama di Hindia Belanda.

 III.            PEMBAHASAN TEORI

Penedekatan Psikologi Sastra merupakan perkembangan dari pendekatan mimetik yang memahami karya sastra dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatan (pengantar kajian sastra, wiyatmi, hlm:97). Dalam karya sastra tidak dapat kita pisahkan dengan kehidupan masyarakat yang ada, pada dasarnya penulis adalah bagian dari sebuah struktur masyarakat. Karya sastra dapat dikatakan sebuah cerminan tertulis dari sebuah kehidupan dan struktur sosial masyarakat.

Dalam sebuah karya sastra memang mempunyai tujuan, dan berbagai macam tujuan itu pasti ada sebuah realitas yang menjadi dasar ekspresi pengarang menciptakan sebuah karya sastra, sehingga karya sastra tidak akan jauh antara sastrawan, karya sastra dan masyarakat. Perkembangan karya sastra memepunyai bagian dari perkembangan masyarakat, bagaimanapun karya sastra adalah sebuah alat perubah pemikiran suatu masyarakat pembaca sastra secara langsung dan cepat atau sebaliknya.

 IV.            HASIL ANALISIS

 Pendekatan mimetik adalah pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra berupaya memahami hubungan karya sastra dengan realitas atau kenyataan. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai tiruan alam atau kehidupan (Abrams, 1981). Dalam Novel Student Hidjo ini menarik karena sebagian besar menceritakan bagaimana budaya dan kehidupan para priyayi khususnya di kota solo. Sehingga dalam novel ini terlihat sangat kental akan suasana dan nuansa jawa. Selain itu pertentangan budaya kehidupan para priyayi itu muncul saan perkembangan dunia pendidikan berkembang sangat pesat sehingga rakya golongan menengah seperti pedagang dapat mendapatkan pendidikan yang sama sehingga sangat banyak para intelektual muda yang berasal dari golongan borjuis kecil, dan dapat sedikit demi sedikit mengimbangi kaum priyayi asli dari garis keturunan.

Dalam perkembangan kebudayaan sekarang sudah jauh berbeda antara priyayi dari keturunan asli dan para priyayi dari kalangan rakyat biasa, karena semua sudah berkembang dengan sangat pesat. Bagaimana setiap lapisan masyarakat dapat menikmati pendidikan dan berpeluang merubah nasib kehidupannya. Namun kehidupan sekarang mulai berubah seiring dengan perkembangan kehidupan Barat, yang menjadikan kehidupan ini sebagain industrialisasi yang menyebabkan kecenderungan  masyarakat berperilaku konsumtif.

Selain itu, buku ini juga masih sangat kental dengan bahasa belanda. Beberpa kata, atau kalimat berbahasa belanda. Dalam menganalisis buku ini saya menemukan bagaimana penulis membuat cerita dengan menggunkan alur maju dan flashback (mundur), sehingga suasana yang ditampilkan menjadi begitu nyata dalam sebuah percakapan batin seorang Hidjo. Selain itu nuansa jawa yang kental juga menandakan bahwa suasana dan tempat diambil dari daerah jawa dalam kalangan priyayi, khususnya di Solo.

DAFTAR PUSTAKA

Kartodikromo, Mas Marco. 2010. Student Hidjo. Yogyakarta : Narasi.

Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada Univesity Press

Wiyatmi, 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.