POTRET KEKUASAAN DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA

KARYA MUCHTAR LUBIS

 

  I.            PENDAHULUAN

            Politik adalah bukan hal yang baru bagi rakyat Indonesia. Dalam perkembangan perjuangan kemerdekaan Indonesia juga tidak terlepas dari sebuah proses politisasi. Namun dalam kenyataannya bagaimana sebuah keuasaan dalam politik tidak akan pernah berlangsung lama, pasti akan mendapatkan sebuah ganjalan dari berbagai pihak lawan politiknya.

            Bagaimana keadaan tersebut di gambarkan jelas dalam novel Senja Di Jakarta Karya Muchtar Lubis ini. Dalam buku ini juga menggambarkan secara kontras bagaimana sebuah kekuasaan membuat segalanya lupa akan dirinya sendiri.

            Dalam perembangan perpolitikan memang sudah berjalan sejak jaman kerajaan, namun sangat berkembang sangat besar sejak awal emerdekaan dengan munculnya berbagai macam partai politik. Dalam dunia perpolitikan memang sedikit dalam melihat bagaimana sebuah keuntungan yang lebih besar adalah bagaimana kita mendapatkan sebuah kekuasaan.

            Dalam novel ini Mochtar lubis sangat taktis dalam mengkontraskan kehidupan antara para prtinggi dan rakyat biasa sehingga terlihatlah bagaimana sebuah potret kekuasaan dalam setiap permasalahan yang ada dalam setiap tokohnya.

            Jika kita membaca novel tersebut maka kita akan mendapatkan berbagai pesan dalam sebuah karya sastra, ataupun dapat disebut dengan sindiran. Menarik jika kita membaca buku ini karena berbagai pelajaran dapat didapat.

II.            SISTEMATIKA

Diceritakan bahwa Raden Kaslan yaitu seorang anggota dewan Partai Indonesia merencanakan untuk mendirikan perusahaan-perusahaan fiktif yang bergerak dalam usaha ekspor-impor barang-barang kebutuhan rakyat. Ia mencatumkan nama istrinya yaitu Fatma karena ia juga ikut mendukung perusahaan fiktif yang dilakukan oleh suaminya dan ia juga mencatumkan nama anak tunggalnya yaitu Suryono Husni Lumbara serta beberapa rekan separtainya untuk menjabat direktur pada perusahaan tersebut. Rencana itu terlintas di benak Raden Kaslan ketika ia mendapat kepercayaan dari Husni Lumbara untuk menangani penyediaan dana bagi partai Indonesia yang dipimpin oleh Husni Lumbara.

Salah satu orang yang dipercaya menjabat direktur perusahaan fiktif tersebut adalah anak tunggalnya yaitu Suryono yang menjadi pegawai kementrian luar negeri. Selain itu ia juga berprofesi sebagai penghibur wanita-wanita kesepian tingkat atas. Ia juga baru saja menyelesaikan tugas dinasnya di luar negeri. Tetapi ia merasa tidak puas terhadap fasilitas yang diperolehnya. Oleh karena itu, ketika ayahnya memaksanya untuk keluar dari pekerjaannya dan mengajaknya untuk menjabat direktur di beberapa perusahaan, ia langsung menyambutnya dengan senang hati. Orang berikutnya yang juga menjabat direktur perusahaan fiktif tersebut bernama Sugeng, seorang pegawai negeri yang selalu dituntut istrinya untuk memenuhi kebutuhan materi yang melebihi kemampuannya hingga ia langsung menerima tawaran tersebut. Berbeda halnya dengan seorang pegawai negeri lainnya yang bernama Rusdi, lelaki itu tidak tergiur oleh jabatan direktur perusahaan fiktif. Meskipun istrinya Dahlia, selalu menuntut kebutuhan materi yang berlebihan, ia tetap menjadi pegawai negeri. Akibatnya Dahlia lari ke pangkuan Suryono yang mampu memenuhi semua kebutuhan materinya ketika suaminya tidak berada di rumah.

Perusahaan fiktif yang dijalankan Raden Kaslan berhasil meraih keuntungan yang sangat besar sehingga membuat orang-orang terlibat di dalamnya bisa menjalani hidup dengan bahagia dan serba kecukupan. Pak Iji dan istrinya harus berjuang untuk menahan lapar dan menghidupi dirinya dan keluarganya. Begitu juga dengan Neneng, seorang wanita yang harus menjadi pelacur karena tak kuat menahan lapar. Mereka semua hidupnya memprihatinkan, serba susah dan kekurangan. Semua itu terlepas dari perhatian Raden Kaslan dan para direktur fiktif. Sungguh kehidupan rakyat itu berlawanan dari kehidupan Raden Kaslan serta rekan-rekannya yang hidupnya jauh lebih berkecukupan, makmur dan mapan. Sehingga mereka bisa hidup bahagia.

Namun kesenangan Raden Kaslan dan rekan-rekannya tidak berlangsung lama. Semua itu hanya terjadi tiba-tiba. Ketika koran-koran terbit di Jakarta memuat berita tentang perseteruan antar partai, yang salah satunya membicarakan masalah perusahaan fiktif itu. Raden Kaslan dan beberapa rekannya ditangkap pihak keamanan, sedangkan Suryono dan Ratna mencoba melarikan diri. Ketika mereka melarikan diri kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di puncak. Akhirnya Fatma menderita luka-luka, sedangkan Suryono meninggal dunia setelah menjalani perusahaan di rumah sakit Bogor.

III.            PEMBAHASAN TEORI

   Pendekatan mimetik adalah pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra berupaya memahami hubungan karya sastra dengan realitas atau kenyataan. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai tiruan alam atau kehidupan (Abrams, 1981). Untuk dapat menerapkan pendekatan mimetik dalam mengkaji dan memahami karya sastra, dibutuhkan data-data yang berhubungan dengan realitas (kenyataan) yang ada di luar karya sastra, yaitu kenyataan yang dipandang sebagai latar belakang atau sumber penciptaan karya satra yang akan dikaji.

Dalam karya sastra tidak dapat kita pisahkan dengan kehidupan masyarakat yang ada, pada dasarnya penulis adalah bagian dari sebuah struktur masyarakat. Sehingga dalam sebuah karya sastra mempunyai tujuan, dan berbagai macam tujuan itu pasti ada sebuah realitas yang menjadi dasar ekspresi pengarang menciptakan sebuah karya sastra, sehingga karya sastra tidak akan jauh antara sastrawan, karya sastra dan masyarakat.

IV.            HASIL ANALISIS

            Kekuasaan adalah sebuah hal yang menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Dengan kekuasaan kita bisa mendapatan semua yang kita inginkan seperti materi yang berlimpah. Dalam kenyataannya dunia politik memang menggiurkan, namun juga dapat mematikan. Seperti mata pedang yang mempunyai dua sisi, ada saatnya kita mendapatkan keuntungan adapula kita dapat terluka dengan mata pedang yang lain.

            Dalam kenyataan yang dapat dilihat, sekarang banyak orang yang mengatas namakan kepentingan masyarakat dan mendirikan berbagai partai politik dan juga banyak yang masuk dalam berbagai partai politik yang ada.

            Kita bisa melihat bagaimana seseorang setelam mendapatkan atau terpilih menjadi bagaian dari pemerintahan. Kita bisa lihat bagaimana perkembangan sosialisasi terhadap masyarakat setelahmendapatkan berbagai macam kebutuhan yang ada, untuk sebagaian orang.

            Berbagai macam masalah dan permasalahan tersebut digambarkan jelas dalam novel Senja Di Jakarta ini. Masalah yang timbul adalah bagaimana raden kalsan yang mempunyai perusahaan fiktif yang dibangun setelah menjadi anggota parpol dan mempunyai berbagai dana yang lebih untuk membangun perusahaan tersebut. Permasalahan yang timbul adalah saat berbagai parpol berselisish dan perusahaan fiktif tersebut terlibat didalamnya.

            Potret kekuasaan yang digambarkan adalah bagaimana setelah perusahaan fiktif tersebut menjadi sukses dan berkembang sangat maju, para pemimpin termasuk raden kalsan lupa akan rakyat kecil. Kita sama-sama tahu bahwa kejadian seperti itu dan berbagai masalah yang ada dalam novel tersebut sudah biasa kita jumpai sekarang.

DAFTAR PUSTAKA

Wiyatmi, 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.

Mochtar Lubis. Cetakan II. 2009. Senja Di Jakarta. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.