PENGORBANAN DALAM NOVEL SAMAN

KARYA AYU UTAMI

 

I.            PENDAHULUAN

Novel Saman karya Ayu Utami adalah salah satu karya sastra yang mutakhir di zamannya. Karya sastra dianggap mutakhir salah satu cirinya adalah kedudukannya melenceng atau berusaha keluar dari adanya konvensi yang ada, Munculnya jiwa feminis pada tokoh Laila membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca oleh semua kalangan. Ayu Utami dalam mengangkat judul novelnya kali ini cukup sederhana, yaitu diambil dari salah satu nama tokoh yang ada di dalamnya. Penceritaan dalam novel Saman adalah seputar gender dan hubungan percintaan pada tokoh-tokohnya.

Ayu Utami merupakan salah satu pengarang wanita yang ada di Indonesia. Namanya juga terdapat pada urutan dalam kanon sastra. Selama beberapa dekade, ia mampu menulis beberapa novel, dan salah satunya adalah Saman ini. Sebagai salah satu pengarang wanita Indonesia, tak ubahnya Ayu Utami dalam penceritaannya mengangkat tema-tema feminisme wanita. Kedudukan wanita dalam organisasi maupun dunia kerja lain yang sering diangkat sastrawati ini.

Kedudukan wanita dan pria sama dimana-mana. Wanita dapat memiliki jabatan yang sama pada instansi manapun. Wanita juga berhak mendapatkan cinta dalam hidup dan kehidupannya. Tetapi pada kenyataannya kedudukan wanita yang semakin tidak  dihiraukan, meskipun telah berusaha menjadi sesuatu yang lebih dibandingkan pria. Wanita berhak memperoleh jabatan dan posisi yang sama dengan pria. Laila berusaha untuk mendapatkan itu semua, tetapi usaha dan pengorbanannya tidak berhasil. Dan pada kenyatannya kedudukan wanita tetap sama seperti dahulu dan tidak berubah.

II.            SISTEMATIKA

Laila sebagai wanita yang bekerja pada salah satu perusahaan tambang, berkali-kali mengalami kemelut cinta dalam hidupnya. Dalam kisah cintanya itu, banyak pengorbanaan yang telah dilakukan untuk mendapatkaan cintanya yang begitu mendalam pada seoraang laki-laki bernama Sihar yang ternyata telah mempunyai istri dan anak.  Tidak hanya berhenti di situ saja, Laila rela pergi menyusul Sihar ke New York hanya untuk memastikan bahwa Sihar akan memilihnya. Pada kenyatannya, takdir tak berkehendak  dan Sihar lebih memilih hidup dengan istri dan anaknya di sana. Pada akhir penceritaan, nyatanya Laila tidak mendapatkan cintanya.

Laila adalah seorang gadis yang cantik, lugu, dan ramah. Ia mendapat dua kesempatan sekaligus, yang pertama berhubungan dengan pembuatan profil perusahaan tekstil Indonesia. Sedangkan yang kedua, ia menjadi fotografer yang akan menulis buku tentang penyebaran minyak di Asia Pasifik atas nama Petrolium Extension Servis. Kesempatan ini sangat mewarnai kehidupan Laila, karena perjalanan Laila berlanjut, yang berawal di tempat itu Laila bertemu dengan seorang laki-laki yang menjadi idamannya. Laki-laki itu bernama Sihar. Suatu hari di pabrik pertambangan itu, Sihar bertengkar dengan salah satu pimpinannya, karena salah satu teman Sihar meninggal di tempat pertambangan itu dan kejadian itu disebabkan oleh kesalahan Rosana yang yang merupakan salah satu pemimpin perusahaan itu sangat dibenci oleh Sihar. Kejadian itu justru membuat Laila menjadi dekat dengan Sihar.

Kasus kematian temannya itu diadukan Sihar ke pengadilan dan berkat bantuan Laila yang meminta tolong pada Yasmin, temannya. Akhirnya kasus itu pun bisa dimenangkan. Kedekatan Sihar membuat Laila senang hingga mereka menjalin hubungan layaknya pasangan seorang kekasih. Dari situlah diketahui bahwa ternyata Sihar sudah mempunyai istri yang bernama Upik yang memiliki fisik tidak sempurna hingga Sihar sempat merasa menyesal telah menikah. Namun cinta Laila tidak pernah surut. Mereka sering bertemu dan berkencan terutama di kantor. Hingga Laila juga sempat meminta pertolongan seorang yang pernah dicintai Laila yaitu Wisanggeni.

Setelah beberapa waktu menghilang Wisanggeni berubah namanya menjadi Saman yang tidak lain adalah sorang Pastur gereja. Dulu sebelum mengenal Sihar, Saman adalah kekasih Laila. Sehingga Karena Saman adalah orang yang dicintai Laila hingga mereka sempat menjalin hubungan layaknya seorang kekasih. Tetapi semua itu hanya tinggal kenangan masa lalu. Karena Saman telah meninggalkan Laila. Hingga baru ketemu setelah beberapa waktu. Bahkan kejadian itu sempat membuat Laila sedih. Tetapi sekarang kesedihan itu sudah terpendam semenjak Laila mengenal Sihar. Namun semenjak kemenangan kasus ini, Sihar tidak lagi menghubungi Laila. Bahkan setiap mereka berkencan selalu gagal, apalagi setelah istri Sihar sering mendapat telepon dari orang yang tidak dikenal ia selalu mematikan teleponnya. Hubungan mereka pun semakin kacau dan hambar tanpa sebuah pertemuan. Hal yang paling berat adalah ketika Laila mendengar bahwa Sihar akan pergi ke Amerika.

 Akhirnya mereka pun bersepakat bertemu di Central Park, New York. Demi Sihar, laki-laki yang dicintainya, di sana Laila akan bertempat tinggal di rumah temannya yang bernama Shokuntala. Sedangkan Sihar tinggal bersama istrinya. Hal itulah yang membuat penantiannya sia-sia. Meskipun Laila telah melibatkan teman-temannya untuk dimintai bantuan demi akan bertemu dengan Sihar kekasih hatinya itu namun semua itu hanya sia-sia. Karena Sihar merupakan laki-laki idaman Laila itu ternyata lebih memilih anak dan istrinya atau keluarganya daripada Laila perempuan yang sesungguhnya juga dicintainya.

Setelah itu mereka tidak lagi pernah bertemu. Sedangkan Saman orang yang dulu pernah menjadi kekasih Laila sekarang dia justru menyayangi Yasmin yang juga merupakan sahabat Laila. Saman dan Yasmin memang saling mencintai tetapi mereka sayangnya juga tidak dapat bersatu. Karena Saman adalah seorang Pastur yang tidak akan pernah menikah. Sehingga apa yang dirasakan Saman hampir mirip dengan yang dirasakan Laila. Karena kisah cinta mereka berdua berada dalam penantian yang sia-sia dan tidak akan pernah bisa saling memiliki.

Bahkan Sihar sebagai seorang laki-laki yang dicintai oleh Laila tega melupakan jasa seseorang yang begitu baiknya membebaskan Sihar dari tuntutan hukum. Laila yang berusaha meminta bantuan kasusnya, selain itu Laila juga meminta bantuan Saman yaitu seseorang yang pernah ia cintai. Setelah memenangkan kasus itu Sihar melupakan kebaikan Laila bahkan ia pergi ke Amerika dan sebelum keberangkatannya ia berjanji akan menemui Laila di Central Park tetapi hal itu hanya sia-sia karena Sihar membawa istrinya hingga Laila hanya menunggu tanpa kepastian. Keberadaan seorang wanita meskipun lemah dan selalu berada di bawah laki-laki akan tetapi perlu sekali dihargai dengan penuh kasih sayang. Karena pada dasarnya wanita mempunyai kelebihan yaitu kelembutan hati dalam menghadapi ketegaran hidup yang semua itu jarang sekali dimiliki oleh kaum laki-laki.

III.            PEMBAHASAN TEORI

Dalam menganalisis novel ini, saya menggunakan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan psikologi sastra dan pendekatan feminisme. Pendekatan psikologi sastra adalah pendekatan yang mengkaji karakteristik tokoh dalam karya sastra. Pendekatan kedua yang saya pakai adalah pendekatan feminisme atau adanya kritik feminisme.

Sangta menarik jika menganalisi novel karya Ayu Utami ini. Dalam novel ini kita dapat dengan mudah menganalisis karakteristik tokohnya, karena cerita yang disuguhkan dalam novel ini memaparkan berbagai masalah yang ada di sekitar kita khusunya maslah percintaan. Sehingga saya tertarik untuk mendalami bagaimana Ayu Utami memberikan penokohan dalam masing-maasing tokoh.

 IV.            HASIL ANALISIS

.  Dalam novel karya Ayu Utami ini, saya mencoba mengkaji karakteristik tokoh Laila yang gigih berjuang untuk mendapatkan cinta sejatinya. Meskipun dengan perjuangan yang sangat berat, tetapi Laila tidak perbah mengeluh. Kondisi jiwanya juga tetap tegar kala dia mengetahui yang   sebenarnya bahwa Sihar telah beristri dan mempunyai anak.

Dari segi pengarangnya sendiri yang ingin menjelaskan tentang kedudukan wanita yang semakin tidak  dihiraukan, meskipun telah berusaha menjadi sesuatu yang lebih dibandingkan pria. Wanita berhak memperoleh jabatan dan posisi yang sama dengan pria. Laila berusaha untuk mendapatkan itu semua, tetapi usaha dan pengorbanannya tidak berhasil. Dan pada kenyatannya kedudukan wanita tetap sama seperti dahulu dan tidak berubah.

            Novel ini juga menceritakan tentang persamaan gender antara wanita dan pria. Hal itu tampak dalam pekerjaan Laila yang mempunyai dua pekerjaan yaitu sebagai pembuat profil dalam peruasahan tekstil dan sebagai satu-satunya pekerja wanita dalam proyek pengeboran minyak di Asia Pasifik yang bernama Petrolium Extension Servis. Laila mampu bekerja seperti layaknya para pekerja kain yang semuanya adalah para lelaki. Selain itu dalam novel ini juga terdapat makna feminisme yang tampak pada peran Laila. Wanita itu dalam kesehariannya memiliki peranan penting. Laila juga rela berkorban demi orang yang ia cintai meskipun laki-laki itu sudah mempunyai istri. Bahkan Sihar sebagai seorang laki-laki yang dicintai oleh Laila tega melupakan jasa seseorang yang begitu baiknya membebaskan Sihar dari tuntuan hukum. Laila yang berusaha meminta bantuan kasusnya, selain itu Laila juga meminta bantuan Saman yaitu seseorang yang pernah ia cintai. Setelah memenangkan kasus itu Sihar melupakan kebaikan Laila bahkan ia pergi ke Amerika dan sebelum keberangkatannya ia berjanji akan menemui Laila di Central Park tetapi hal itu hanya sia-sia karena Sihar membawa istrinya hingga Laila hanya menunggu tanpa kepastian. Keberadaan seorang wanita meskipun lemah dan selalu berada di bawah laki-laki akan tetapi perlu sekali dihargai dengan penuh kasih sayang. Karena pada dasarnya wanita mempunyai kelebihan yaitu kelembutan hati dalam menghadapi ketegaran hidup yang semua itu jarang sekali dimiliki oleh kaum laki-laki.

Dalam karya sastra terdapat beberapa unsur intinsik yang berada di dalamnya. Dalam melakukan analisis ini, saya mengulas unsur penokohan, tema, alur, dan latar. Penokohan dalam novel ini yaitu: Laila adalah gadis lugu yang banyak berkorban dengan cintanya, Sihar adalah seseorang yang tidak mempunyai pendirian dan mencintai lebih dari satu wanita, Saman adalah seseorang yang baik karena mau menolong Lailad engan status mantan kekasihnya, dan yasmin teman Laila yang mempunyai watak rela menolong dan sabar.

Tema dalam cerita ini adalah kegagalan cinta.Alur yang digunakan adalah alur maju, karena menceritakan dari awal perkenalan Laila dan Sihar hingga akhirnya Sihar meninggalkan Laila,.Latar berada di rumah dan di pabrik di kota besar.

DAFTAR PUSTAKA

Nurgiantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Wiyatmi, 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.

Utami,  Ayu. 1998. Saman. Jakarta:Kepustakaan Populer Gramedia