PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAYLA

KARYA DJENAR MAESA AYU

 

       I.            PENDAHULUAN

Dalam sebuah karya sastra memang erat kaitannya dengan adanya sebuah realitas yang ada dalam masyarakat. Dalam Novel yang berjudul Nayla ini penulis ingin menggambarkan bagaimana keadaan yang sangat mengerikan dan penuh dengan kesuraman.

Pengarang Djenar Maesa Ayu adalah salah seorang pengarang yang sangat produktif dalam karya sastranya. Ia dilahirkan di Jakarta 14 Januari 1973. Hasil karyanya kebanyakan berupa cerpen yang tersebar di berbagai media massa dalam negeri. Karya pertama Djenar berjudu: Mereka Bilang, Saya Monyet telah dicetak ulang 8 kali dan masuk dalam nominasi 1o besar terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003, selain itu juga diterbitkan dalam Bahasa Inggris. masih banyak lagi karya cerpen Djenar yang masuk dalam kategori cerpen terbaik 2003 yang semuanya itu dapat disejajarkan dengan pengarang sastra lainnya. Nayla adalah novel pertama Djenar yang sekarang ini sedang diangkat dalam pembuatan layar lebar.

    II.            SISTEMATIKA

 Analisis Psikologis pada novel “Nayla” karya Djenar Maesa Ayu. Garis besar cerita. Sejak orang tuanya bercerai, Nayla Kinar ikut bersama Ibunya, sedangkan ayahnya menikah lagi. Selama hidup bersama sang Ibu Nayla kecil mengalami banyak tekanan kejiwaan maupun fisik seperti saat ia tidak bisa berhenti ngompol, ibu menusuk vaginanya dengan peniti, begitupula saat Nayla tidak mau makan sayur maka ibu memaksanya untuk mengeluarkan makanan yang telah ditelannya dan menyumpal mulutnya dengan kotorannya sendiri, atau saat Nayla menghilangkan tutup pensil setelah menggunakannya, maka ibu menyuruhnya berjemur di atas atap seng hingga kulit pada telapak kakinya mengelupas.

Tekanan yang paling menyakitkan bagi Nayla ialah saat ia diperkosa oleh laki-laki teman kencan ibunya sendiri, padahal waktu itu ia masih sembilan tahun. Nayla kemudian memilih untuk tinggal bersama ayahnya yang seorang penulis, namun kematian ayahnya ternyata membuat Nayla terpukul dan dia mulai terlibat dengan narkotik sampai Ibu tirinya mengirim dia ke pusat rehabilitasi.

Nayla melarikan diri dari pusat rehabilitasi, dia memasuki dunia malam sebagai seorang juru lampu di sebuah diskotek yang kemudian mempertemukannya dengan Juli, seorang lesbian yang berprofesi sebagai disk jockey.

Selepas kepergian Juli, Nayla mulai menjalin hubungan dengan laki-laki yang bernama Ben. Namun hubungan itu akhirnya harus berakhir karena perbedaan persepsi mengenai pandangan hidup mereka. Pada akhirnya Nayla berhasil menjadi penulis yang sukses berkat perjalanan hidup yang tertuang dalam bentuk tulisan, bahkan dia juga menerima tawaran untuk mengangkat tulisannya untuk dijadikan sebuah skenario film.

 III.            PEMBAHASAN TEORI

      Dalam pembahasan teori mengenai cerpen Robohnya Surau Kami ada beberapa teori pendukung dalam analisis ini. Yaitu moral itu sendiri, moral yang sangat mendasari pada kandungan isi sebuah novel baik dari segi sikap, tingkah laku dan ceritanya. Istilah Moral berasal dari bahasa latin. Moral merupakan sesuatu yang ingin disampaiakan oleh pengarang kepada pembaca, yang merupakan makna yang terkandung dalam sebuah karya sastra dan makna yang disarankan lewat cerita (Nurgiyantoro,2003:321).

Untuk mendukung teori di atas ada beberapa teori pendukung yaitu pendekatan psikologi sastra. Dalam penciptaan karya sastra  memang kadang-kadang ada teori psikologi tentu yang dianut pengarang secara sadar atau samar-samar, dan teori tersebut ternyata cocok untuk menjelaskan tokoh-tokoh dan situasi cerita (Wellek & Warren, 1990). Sehingga sangat dimunginkan kita menemukan pesan moral yang sangat jelas dengan menilai bagaimana tokoh dalam mengahdapi situasi yang ada.

 IV.            HASIL ANALISIS

            Dalam novel ini terdapat berbagai macam moral yang dapat di ambil, yaitu bagaimana kita dapat dengan baik memperlakukan sesama manusia entah siapapun itu. Dicerminkan oleh sikap ibu tiri nayla yang semena-mena terhadapnya sehingga membuat nayla mengalamai tekanan jiwa.

            Dalam kasus ini, pendekatan psikologi sastra digunakan. Dalam pendekatan ini kita melihat bagaimana perkembangan tokoh nayla yang sangat tertekan dengan kejadian-kejadian yang menimpanya. Dari ia masih kecil sampai ia dewasa, berbagai macam keaadaan telah dialaminya dari hal yang paling buruk sekalipun, yaitu dengan diperkosa oleh teman kencan ibunya sendiri.

            Keadaan psikis yang dialami oleh nayla ini menjadikan novel ini menarik untuk dibaca. Disamping cerita yang suram dan kelam tentang kehidupan nayla, ada pula pesan yang dapat di ambil dalam cerita tersebut.

DAFTAR  PUSTAKA

Ayu, Maesa Djenar. 2005. Nayla. Jakarta: PT Ikrar Mandiriabadi.

Nurgiantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Wiyatmi, 2006. Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.