Untukmu yang terkasih, Diana :

dengan menyebut namaMu, tuhan yang Maha lebih dari Maha yang mulia, dan terkasih.

Ruangan ini lebih sempit dari yang aku kira, untuk jiwa yang luas terbentang hanyutnya. Dalam dingin, dan mendung ini aku bersua. Hapuslah sebuah bayang indah dalam kelabu, namun aku belum pantas dapatkan indah dalam cerah. Entahlah aku tak sanggup untuk menunggu ini lebih lama, walaupun aku telah bahagia bersamamu.

Inginku menyelesaikan tulisan ini dalam bahagia. Teramat indahnya menyusun suatu kata dalam karangan bunga, menempatkannya saat kau merayakan hari bahagia. Dan sekarang aku lelap dalam angan.