Judul buku     : Kepak Sayap Jiwa

Pengarang    : Budhi Setyawan

Penerbit        : Bumi Budhi

Tahun terbit  : Cetakan Pertama, Agustus 2006

Tebal buku    : iii+84 halaman

Resensi         : Edwin Ihsani

 

Dalam hidup ini dibutuhkan sebuah koreksi diri agar kita bisa lebih bijak dalam neyikapi dan besikap dalam hidup ini. Berbagai cara dapat di lakukan seperti di tungankan dalam sebuah puisi. Dalam buku kumpulan puisi yang berjudul Kepak Sayap Jiwa yang ditulis oleh Budhi Setyawan ingin berbagi atau mengungkapkan gagasan penulis yang di dalamnya banyak menyangkut tentang hubungan antara manusia, tuhan dan kehidupan. Sehingga buku kumpulan puisi ini banyak memuat nilai-nilai yang bermanfaat untuk pembaca agar bisa menginstrospeksi diri.

Buku ini dibagi dalam dua bagian, bagian pertama Kidung Budaya Budhi, beberapa puisinya antara lain :

Purnama Dalam Senyap

 

Bulan kesepiam tanpa teman

Berenang, di langit kedinginan !

Dalam kesenyapan tetap melangkah

Selaksa bintang bertaburan

Tanpa pernah ada yang dekat

Dengannya

Aku menatap, hening tersirat

Hatiku senyap

Sekalipun dalam hiru pikuk

Coba melangkah jua

 

Penulis ingin mengungkapkan bahwa, jika kita tidak mempunya suatu tujuan dan harapan maka hidup ini hanya begitu-begitu saja dan tidak akan pernah ada sebuah kemajuan dlam hidup seperti Selaksa bintang bertaburan/Tanpa pernah ada yang dekat/Dengannya. Selain puisi di atas ada pula puisi yang berjudul Risau, penulis ingin mengugkapkan kerisauan apakah kita mendapatkan tujuan hidup yang sebenarnya dalam bait berikut : kulihat keningku berkerut/berikir keras/ satu tanya dalam jiwa/makin mendesah hati/menatap rumput hijau/adakah kutemukan jawaban/yang selama ini dalam pencarian, dari bait tersebut mengisayaratakan penulis ingin membagikan sebuah koreksi terhadap apa yang kita lakukan sudah menuju apa tujuan sebenarnya dalam hidup kita.

Selain puisi di atas ada juga puisi yang lainnya seperti Istiqlal, Puing Damai, Bias, Rasa Rusuh dan sebagainya.

Dalam bagian kedua Kepakan Sayap Jiwa, beberapa puisinya sebagai berikut :

Saat Indah

 

Saat indah, lihat kerling matamu

menusuk tajam rongga sukma

derai ilalangmelambai lesu

Saat indah, tangkap ulas senyummu

memeluk jingga-jingga biru

merunduk mencari garis pelangi

Saat indah, genit lenganmu

menulis puisi dalam rasa

lembut malam cerah

Saat indah, lepas aku

renangi kolam angin

dahaga merintik rindu

 

Dalam puisi di atas penulis ingin menyampaikan perasaannya, mengenang masa-masa yang indah bersama orang yang terkasih sehingga ia merasakan kerinduan yang dalam. Selain puisi di atas ada juga puisi yang berjudul Selembar Daun Biru, Aliran, Sembunyi, Hilang Arah, dan sebagainya.

Buku ini memuat nilai-nilai yang sangat bermanfaat bagi pembaca karena memuat nilai instropeksi diri, agar kita dapat bersikap dan menyikapi hidup dengan lebih bijak.