Judul buku       : Air Mata Tuhan

Pengarang       : Medy Loekito

Penerbit           : Bukupop

Tahun terbit     : Cetakan Pertama, Agustus 2009

Tebal buku       : x + 100 hlm

Resensi           : Edwin Ihsani

Dalam perjalanan sebuah puisi pasti ada sebuah perenungan dari sang pencipta puisi tersebut atau penyair untuk merefleksikan apa yang penyair rasakan dan ingin di ungkapkan, adapun ide, gagasan, dan emosi penyair.

Puisi-puisi dalam buku Air Mata Tuhan yang ditulis oleh Medy Loekito ini adalah sebuah hasil perenungan, dengan gaya penulisan yang sederhana namun mempunyai makna yang luas, seperti dalam puisi yang berjudul Doa, berikut :

Doa

Bukit-bukit di hatiku

Ditumbuhi semak-semak berduri

Tak lagi bertunas

Tak lagi berbunga

Tuhan, ulurkan tanganMu

Puisi di atas adalah perenungan bahwa yang dirasakan penulis merasa dirinya tiada berdaya dan merasa tersesat karena penyakit hati yang merasuki dirinya sehingga merasa jauh dari tuhan.

Selain itu ada juga puisi yang sangat sederhana hanya satu baris kalimat, yakni puisi yang berjudul Sepi, berikut :

Sepi

Dua jejak bulan yang pergi

Sebaris kalimat yang ditulis bukan berarti tidak mempunyai arti, namun sebaris kalimat itu mempunyai arti yang luas, sepi jika di artikan kesendirian maka penulis ingin mengungkapan bahwa ia sedang di tinggalkan oleh orang yang dikasihi, dua jejak bulan jika dapat di artikan orang tua, maka dia hidup hanya seorang diri, atau yatim piatu.

Adapun puisi yang lainnya misalkan puisi yang berjudul Untuk Duka Aceh berikut :

Untuk Duka Aceh

Ombak sepi

Menggapai mesjid

Alpa mengucap salam

Makna yang dapat di ambil dari puisi tersebut, tentunya masih ingat tentang bencana yang melanda aceh beberapa tahun silam, hingga air dari laut dapat masuk sampai ke dalam kot hingga masuk ke mesjid terbesar di aceh itu, mungkin penulis ingin menggambarkan betapa mahadayatnya bencana itu, sehingga air bah yang secara tiba-tiba masuk dan menerjang apa yang ada di darat yang dilewatinya sampai ke dalam masjid sekalipun.

Ada banyak puisi yang mempunyai makna yang sangat dalam sperti puisi yang berjudul Kenangan Akan Zubaidah, yang menceritakan tentang duka aceh, Perjalanan, Sendiri di Sudut Sepi, Di beranda, dan masih banyak lagi. Buku antologi puisi ini berisikan 100 judul puisi, yang semuanya ditulis oleh Medy Lukito. Buku ini banyak memberikan gambaran tentang kehidupan yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Daftar Pustaka

Suminto, A.S. 2000. Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta : Gama Media

Medy Loekito. 2009. AIR MATA TUHAN. Jakarta : Bukupop