SENJA DI JAKARTA

Karya: Mochtar Lubis

Sinopsis

Raden Kaslan yaitu seorang anggota dewan Partai Indonesia merencanakan untuk mendirikan perusahaan-perusahaan fiktif yang bergerak dalam usaha ekspor-impor barang-barang kebutuhan rakyat. Ia mencatumkan nama istrinya yaitu Fatma karena ia juga ikut mendukung perusahaan fiktif yang dilakukan oleh suaminya dan ia juga mencatumkan nama anak tunggalnya yaitu Suryono Husni Lumbara serta beberapa rekan separtainya untuk menjabat direktur pada perusahaan tersebut. Rencana itu terlintas di benak Raden Kaslan ketika ia mendapat kepercayaan dari Husni Lumbara untuk menangani penyediaan dana bagi partai Indonesia yang dipimpin oleh Husni Lumbara.

Salah satu orang yang dipercaya menjabat direktur perusahaan fiktif tersebut adalah anak tunggalnya yaitu Suryono yang menjadi pegawai kementrian luar negeri. Selain itu ia juga berprofesi sebagai penghibur wanita-wanita kesepian tingkat atas. Ia juga baru saja menyelesaikan tugas dinasnya di luar negeri. Tetapi ia merasa tidak puas terhadap fasilitas yang diperolehnya. Oleh karena itu, ketika ayahnya memaksanya untuk keluar dari pekerjaannya dan mengajaknya untuk menjabat direktur di beberapa perusahaan, ia langsung menyambutnya dengan senang hati. Orang berikutnya yang juga menjabat direktur perusahaan fiktif tersebut bernama Sugeng, seorang pegawai negeri yang selalu dituntut istrinya untuk memenuhi kebutuhan materi yang melebihi kemampuannya hingga ia langsung menerima tawaran tersebut. Berbeda halnya dengan seorang pegawai negeri lainnya yang bernama Rusdi, lelaki itu tidak tergiur oleh jabatan direktur perusahaan fiktif. Meskipun istrinya Dahlia, selalu menuntut kebutuhan materi yang berlebihan, ia tetap menjadi pegawai negeri. Akibatnya Dahlia lari ke pangkuan Suryono yang mampu memenuhi semua kebutuhan materinya ketika suaminya tidak berada di rumah.

Perusahaan fiktif yang dijalankan Raden Kaslan berhasil meraih keuntungan yang sangat besar sehingga membuat orang-orang terlibat di dalamnya bisa menjalani hidup dengan bahagia dan serba kecukupan. Pak Iji dan istrinya harus berjuang untuk menahan lapar dan menghidupi dirinya dan keluarganya. Begitu juga dengan Neneng, seorang wanita yang harus menjadi pelacur karena tak kuat menahan lapar. Mereka semua hidupnya memprihatinkan, serba susah dan kekurangan. Semua itu terlepas dari perhatian Raden Kaslan dan para direktur fiktif. Sungguh kehidupan rakyat itu berlawanan dari kehidupan Raden Kaslan serta rekan-rekannya yang hidupnya jauh lebih berkecukupan, makmur dan mapan. Sehingga mereka bisa hidup bahagia.

Namun kesenangan Raden Kaslan dan rekan-rekannya tidak berlangsung lama. Semua itu hanya terjadi tiba-tiba. Ketika koran-koran terbit di Jakarta memuat berita tentang perseteruan antar partai, yang salah satunya membicarakan masalah perusahaan fiktif itu. Raden Kaslan dan beberapa rekannya ditangkap pihak keamanan, sedangkan Suryono dan Ratna mencoba melarikan diri. Ketika mereka melarikan diri kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di puncak. Akhirnya Fatma menderita luka-luka, sedangkan Suryono meninggal dunia setelah menjalani perusahaan di rumah sakit Bogor.