Aku, Aku

Untuk : Ayu Sekarini (For Notes)

Aku mengenalmu dengan sederhana, penuh kesederhanaan seperti hujan yang turun dengan sederhana basahi tanah dan rumputan.

Aku mengenalmu dengan sadar, penuh kesadaran seperti saat ini aku berlari dalam padang rumputan kasih yang luas tak berbatas.

Banyak yang bisa aku katakan, dan terlampau banyak untuk aku rasakan. Tentang kesejukan, keindahan, kedamaian, ketentraman, kehangatan, dan kebahagiaan.

Analogi : jika air di sungai dapat berpikir, pastilah mereka tak akan mengikuti alur sungai yang berliku tuk sampai muara, dan berpesta di sana. Namun mereka tak pernah berpikir, pada dasarnya mereka ingin mendinginkan dan menyejukkan siapa saja.

Dan beranjak dari semua itu, mereka sudah terikat kasih dengan tubuh sungai yang akan tetap bersama. Lalu ketulusan itupun menjadi sebuah alur saat air melewati dan berjumpa dengan sungai. Air selalu tulus mendengar nyanyian anak-anak yang bermain dengannya dimanapun mereka menemukannya.

Aku mengenalmu dengan sederhana; penuh dengan kesadaran aku ungkapkan itu.

Tak ingin aku belama-lama; inti dari semua ini adalah “aku adalah malam yang tak akan lelah merapikan bintang-bintang yang berserakan saat fajar mulai bangun dari tidurnya. ”

Yogyakarta

EI 15-05-11